Konverter Kalender

Konversi tanggal Masehi ke Kalender Jawa beserta weton, wuku, dan informasi lengkapnya.

📖

Apa Itu Kalender Jawa?

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1633 M. Sistem ini mengawinkan kalender Saka Hindu yang berbasis matahari dengan kalender Hijriah Islam yang berbasis bulan.

Hasilnya adalah sistem unik yang mengikuti siklus bulan seperti Hijriah, namun tahunnya dihitung kontinyu dari kalender Saka. Kalender ini memiliki 12 bulan dengan nama-nama khas Jawa seperti Sura, Sapar, Mulud, hingga Besar.

⚙️

Cara Kerja Konversi

  1. 1 Masukkan tanggal dalam format Masehi (kalender Gregorian)
  2. 2 Sistem menghitung selisih hari dari epoch kalender Jawa
  3. 3 Konversi dilakukan dengan mempertimbangkan siklus bulan 354/355 hari per tahun
  4. 4 Tahun windu (siklus 8 tahun) digunakan untuk menentukan jumlah hari per tahun
  5. 5 Hasil menampilkan tanggal Jawa lengkap dengan weton dan wuku
🏛️

Konteks Budaya

Kalender Jawa diciptakan sebagai bentuk akulturasi budaya Islam dan tradisi lokal. Sultan Agung ingin masyarakat Jawa bisa menggunakan sistem penanggalan yang sesuai syariat Islam (berbasis bulan) namun tetap mempertahankan kontinuitas perhitungan tahun Saka.

Kalender ini masih digunakan secara aktif untuk menentukan hari-hari penting keagamaan dan adat, seperti 1 Sura (Tahun Baru Jawa), Mulud (maulid Nabi), dan berbagai upacara keraton.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q Apa bedanya kalender Jawa dengan Hijriah?

Keduanya berbasis bulan dengan 354-355 hari per tahun. Perbedaannya: kalender Jawa melanjutkan penomoran tahun Saka (saat ini sekitar 1959), nama bulan berbeda, dan ada siklus windu 8 tahunan.

Q Mengapa tanggal Jawa dan Hijriah kadang berbeda 1-2 hari?

Hijriah sering menggunakan pengamatan hilal (bulan sabit), sedangkan kalender Jawa menggunakan perhitungan matematis. Perbedaan ini normal dan bukan kesalahan.

Q Apa itu tahun windu dalam kalender Jawa?

Windu adalah siklus 8 tahun dalam kalender Jawa: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Setiap tahun dalam windu memiliki karakteristik dan jumlah hari berbeda.

Q Bulan apa saja dalam kalender Jawa?

12 bulan Jawa: Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar. Nama-nama ini adaptasi dari bulan Hijriah.

🙏

Pelestarian Warisan Budaya

Perhitungan ini berdasarkan tradisi Jawa yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Kami menyajikan informasi ini sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya Nusantara. Hasil perhitungan ditujukan sebagai referensi informatif, bukan untuk dijadikan dasar keputusan mutlak.